- C Man
- hamas
- komeng
- papah
- sandie
Tahukah anda, bahwa dengan perintah "ifconfig" maka kita akan mengetahui IP address komputer Linux yang kita dalam jaringan?
perintah "ifconfig", jika digunakan hanya untuk mengetahui IP address kita maka tidak begitu memerlukan option apapun. Maka ketik aja perintah:
[root@linux]#ifconfig
output layar:
[root@linux]#ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:29:AC:D7:A7
inet addr:192.168.1.150 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
dst....
dari sini kita bisa melihat pada baris ke-2 yaitu "192.168.1.150" adalah IP address, dan "255.255.255.0" adalah netmasknya.
Perintah "ifconfig" juga bisa digunakan untuk mengkofigurasi Ethernet untuk bisa dideteksi dalam jaringan.
penggunaan:
Untuk mengkofigurasi ethernet dalam jaringan, minimal kita memerlukan IP address dan juga netmask nya, maka perintah yang digunakan yaitu:
[root@linux]#ifconfig eth0 192.168.1.150 netmask 255.255.255.0
dimana "eth0" adalah interface/ethernet card kita yang terdeteksi dalam sistem Linux, "192.168.1.150" adalah IP address, dan juga "255.255.255.0" adalah netmasknya.
jika kita memiliki ethernet dua buah terpasang dalam satu PC, maka sistem Linux pada umumnya akan mendeteksinya menjadi "eth0" dan "eth1", berbeda dengan sistem keluarga sistem operasi dari BSD, seperti OpenBSD, FreeBSD dan NetBSD yang menggunakan istilah "le1", "le2" dst untuk mengidentifikasi ethernet card.
selain itu juga perintah "ifconfig" bisa digunakan untuk mengaktifkan atau juga
menon-aktifkan interface/ethernet, perintahnya yaitu:
[root@linux]#ifconfig eth0 up
dan
[root@linux]#ifconfig eth0 down
Argumen "up" dari perintah "ifconfig" digunakan untuk mengaktifkan ethernet agar bisa dideteksi dalam jaringan, juga Argumen "down" digunakan untuk menon-aktifkan ethernet agar non-aktif dari jaringan.
Untuk lebih jelasnya, ketik perintah "man ifconfig" untuk melihat manual mengenai perintah "ifconfig".